Sport

Krisis Bek? Ronald Koeman Pastikan Barcelona Tak Beli Pemain Sampai Pilih Presiden Baru

Posted on

Barcelona tengah menatap krisis dan membutuhkan pemain baru, sayangnya Ronald Koeman memastikan bahwa tidak akan ada pembelian pemain sampai pemilihan presiden baru.

Ya, masalah internal Barca masih belum benar-benar beres. Benar Josep Maria Bartomeu sudah mengundurkan diri, tapi tetap ada sisa-sisa masalah yang perlu dibereskan.

Yang terutama adalah pemilihan presiden baru. Ada beberapa kandidat yang bersaing ketat pada pemilihan umum di bulan Januari 2021 mendatang. Pemenang akan diresmikan pada 24 Januari.

Inilah yang jadi masalah Barca dalam pembelian pemain baru. Koeman mengaku tidak bisa merekrut pemain sampai jelas siapa presiden baru yang terpilih.

Koeman mungkin mulai membentuk Barcelona versinya, tapi kentara masih membutuhkan beberapa pemain. Terlebih saat ini ada masalah krisis bek tengah di Barcelona.

Gerard Pique cedera panjang, Samuel Umtiti tidak jelas, dan teranyar Clement Lenglet pun cedera — meski tidak parah. Barca jelas membutuhkan bek tengah yang bisa diandalkan, tapi Koeman terpaksa menunggu.

Jika presiden baru diresmikan pada 24 Januari, berarti hanya tersisa satu pekan untuk membeli pemain, jelas tidak cukup.”Ini bukan waktu yang tepat untuk bicara soal pembelian pemain. Kami harus bicara secara internal terlebih dahulu, kami harus tahu siapa yang akan jadi presiden baru,” kata Koeman kepada Sport.

“Menurut saya masalah bek tengah lebih karena tidak beruntung, bukan karena perencanaan yang buruk.”

Lebih lanjut, baginya krisis ini adalah kesempatan bagus untuk memberi kesempatan pada pemain-pemain muda Barca. Sejauh ini beberapa pemain muda terbukti memuaskan, dan Koeman masih terus memercayai mereka.

“Kami harus memberi kesempatan pada pemain muda, seperti yang kami lakukan pada Araujo dan Mingueza,” lanjut Koeman.

“Jika Anda tidak bisa mengembangkan skuad atau tidak ada uang untuk membeli pemain, sebaiknya memilih pemain-pemain muda dari akademi.”

“Itulah yang mereka lakukan di Belanda dan mereka bisa mengembangkan pemain-pemain bagus,” pungkasnya.

Terbanyak Dibaca

Exit mobile version