Berita

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 1 Juta per Paket

Posted on

Program Vaksinasi Gotong Royong bakal dimulai bulan ini. Pelaksanaan vaksinasi tersebut diinisiasi oleh pengusaha swasta melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani menyebut vaksinasi yang pertama akan dilakukan 18 Mei mendatang. Rosan mengatakan untuk harga vaksinnya sendiri, untuk satu orang sebesar Rp 1 juta.

Biaya tersebut dibayarkan untuk dua dosis penyuntikan vaksin, lengkap dengan fasilitas kesehatannya. Mulai dari dokter, hingga vaksinatornya.

“Dua kali vaksin termasuk fasilitas kesehatannya, dokter, dan vaksinator-nya dan sebagainya. Dua kali vaksin itu kalau Sinopharm Rp 1 juta per orang,” ungkap Rosan kepada detikcom, Minggu (9/5/2021).

Rosan menegaskan, biaya vaksinasi gotong royong akan dibayarkan penuh oleh perusahaan. “Ini 100% dibayar perusahaannya, dan perlu diingat perusahaan juga nggak boleh melakukan komersialisasi sama sekali,” ungkapnya.

Rosan melanjutkan, pengusaha masih bisa mendapatkan harga lebih murah untuk biaya vaksinasi gotong royong. Syaratnya, perusahaan harus punya fasilitas kesehatan yang mumpuni dan memenuhi standar Kementerian Kesehatan.

Bila normalnya per orang harganya Rp 1 juta, bila punya fasilitas kesehatan sendiri perusahaan hanya perlu membayar Rp 750 ribu per orang untuk dua kali dosis penyuntikan.

“Tapi, apabila perusahaannya itu sudah punya fasilitas kesehatan sendiri punya rumah sakit sendiri yang memenuhi standar Kemenkes, itu silakan mengadakan vaksinasi sendiri. Harganya lebih murah tidak Rp 1 juta, tapi 750 ribu per orang,” ungkap Rosan.

Rosan menjelaskan, sampai saat ini sudah ada 10 juta orang yang didaftarkan ke dalam program vaksinasi gotong royong. Dia mengatakan targetnya 7,5 juta orang akan divaksin hingga bulan September mendatang.

“18 Mei ini kita akan vaksin untuk 187 ribu orang dulu, kemudian sampai September itu berdasarkan vaksinnya akan ada 7,5 juta yang disuntik. Kemudian tunggu vaksin lain masuk di kuartal IV,” jelas Rosan.

Terbanyak Dibaca

Exit mobile version