Nasional

Dokter Cantik Reisa Broto Asmoro Jadi Jubir COVID-19

Di tengah penyebaran Covid-19 di Indonesia, kini muncul nama Reisa Broto Asmoro.

Kemunculan sosok Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers terkait perkembangan kasus virus corona (Covid-19) menyita perhatian publik.

Menurut informasi yang ada konfrensi pers tersebut digelar Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 belum lama ini.

Pada kesempatan tersebut, Dokter Reisa Broto Asmoro ditunjuk sebagai juru bicara tim komunikasi publik Gugus Tugas Covid-19.

Achmad Yurianto membenarkan adanya kehadiaran Dokter Reisa Broto Asmoro dalam timnya.

Kecantikan Dokter Reisa Broto Asmoro tak bisa dibantah.

Hal itu tergambar dalam kolom komentar Kompas TV yang menayangkan kemunculan sang dokter,

Simak beberapa komentar teratas penonton Kompas TV

Siti Roliana: Ini baru segerrrr

Hamba Alloh: Kalo saya wartawanny. Pasti akan salah fokus. Judul beritany akan ganti
Covid takut dg makhluk halus yg cantik.

Van Axxel: semoga masyarakat semakin patuh dan tetap menjaga kesehatan.

Albus Tommy: Thankyou good news

Aldo H: UPH UI langsung down ane

happy yodda: baik klo gitu aku update lagi kasus coronanaya,karna biasanya ga mau nonton

Totok Susanto: Semoga musibah ini cepat berlalu dan bisa beraktivitas kembali seperti semula.. Aamiin.

urban planner: ini ni g3mder iya…semangat baru iya…pemersatu bangsa iya….marketing iya…trus apalgi ya langkah our gov

kota gudeg istimewa: Okey lah kalau gtu he he. Semangat bersatu lawan covid19. Ikuti anjuran pemerintah

Iam Idiots: yo ngunu.. seng ayu ben marem wkwk

max cavanton: Penyegaran suasana

D M I: Trik pemerintah buat pengalihan isu covid yg nambah terus diatas 500 perhari

Profil Reisa Broto Asmoro 

Dokter Reisa Broto Asmoro muncul saat penyampaian informasi update kasus corona. Biasanya hal tersebut disampaikan oleh Achmad Yurianto.

Achmad Yurianto membenarkan adanya kehadiran dokter Reisa sebagai anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Covid-19.

Yuri hanya mengumumkan jumlah kasus terkini terkait COVID-19 di Indonesia. Baik kasus sembuh, meninggal, positif maupun jumlah tes harian.

Reisa adalah seorang dokter sekaligus seorang model di mana ia menempuh pendidikan kedokterannya di Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia. Serta menyabet gelar Puteri Indonesia Lingkungan Hidup tahun 2010.

Selain berprofesi sebagai seorang dokter, Reisa juga dikenal sebagai presenter acara kesehatan di televisi. Misalnya acara Dokter Oz dan Ibu Pintar.

Di sela kesibukannya sebagai presenter di televisi, dokter Reisa juga membuka klinik kecantikan di Jakarta Selatan. Reisa juga kini aktif diberbagai kegiatan sosial, serta menjadi pembicara dalam seminar-seminar kesehatan nasional.

Pasalnya, tampak dokter cantik Reisa Broto Asmoro mewarnai acara konferensi pers yang disiarkan secara live oleh beberapa televisi tersebut.

Dokter yang dikenal lewat acara DR Oz Indonesia dalam tayangan stasiun tv swasta, tiba-tiba muncul dalam segmen penyampaian informasi update kasus corona atau covid-19.

Juara Dua Puteri Indonesia Lingkungan 2010

Lulus dan menjadi dokter, Reisa pernah bekerja di RS Polri Raden Said Soekanto dan berkecimpung di dunia forensik.

Bahkan, dia pernah menjadi salah satu anggota Dissaster Victim Identification (DVI) yang salah satunya terlibat dalam proses investigasi korban Sukhoi, dan beberapa bom terorisme di Jakarta.

Di antara kesibukannya, dokter Reisa tetap praktik di Klinik Kecantikan JMB di bilangan Jakarta Selatan

Sebelum dikenal sebagai dokter, Reisa menggeluti karier keartisan dengan mengikuti ajang Puteri Indonesia mewakili Yogyakarta, pada tahun 2010.

Dia meraih posisi juara kedua, yang memberikannya gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2010.

Sementara sebelumnya, wanita asal Solo ini pernah menjadi finalis Gadis Sampul dan sudah membintangi beberapa iklan baik di Tanah Air maupun Asia.

Ajak Kebiasaan New Normal

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menyampaikan edukasi terkait pencegahan Covid-19.

Selain itu Reisa juga menyampaikan penjelasan terkait adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19.

Hal itu disampaikan Reisa dalam siaran langsung konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Senin (8/6/2020).

Reisa mengatakan, mulai saat ini, masyarakat harus mulai hidup dengan kesadaran baru dan beradaptasi dengan kebiasaan untuk hidup yang lebih sehat.

Yakni dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan agar tetap bisa produktif dan aman dari Covid-19.

“Kedisiplinan penting agar kehidupan kita semua tetap produktif, dan senantiasa terhindar dari pandemi Covid-19, serta menekan kemungkinan ancaman lahirnya gelombang kedua,” ungkap Reisa.

Dia menjelaskan, beradaptasi dengan kebiasaan baru adalah jalan keluar yang hampir seluruh dunia menerapkannya.

Selama vaksin atau obat Covid-19 belum ditemukan, lanjut dia, kehidupan harus tetap berlangsung.

“Selama vaksin atau obat Covid-19 belum ditemukan kita semua ingin hidup terus berlangsung dan jangan kalah dengan pandemi,” tegasnya.

Reisa mengajak masyarakat untuk mempraktikkan kebiasaan baru muali dari sekarang.

Dimulai dari diri sendiri, dari rumah, rumah ibadah, pasar, pertokoan, transportasi umum, hotel, restoran, perkantoran dan tempat lainnya.

“Kebiasaan baru sudah harus kita mulai sejak sekarang, dan harus kita lakukan walaupun di suatu wilayah sudah dikategorikan sebagai zona hijau yang dihitung berdasarkan data dan fakta di lapangan, hal ini berlaku bagi seluruh wilayah di Indonesia,” ungkap Reisa.

Reisa menegaskan, perjuangan kita melawan Covid-19 belum usai, sebab penambahan kasus baru masih terus terjadi.

Untuk itu, Reisa mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena itu tetaplah mencuci tangan dengan sabun agar tak tertular dan menulari.”

“Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut kalau tidak bisa memastikan tangan kita bersih.”

“Tetaplah memakai masker jika keluar rumah, penggunaan masker yang tepat akan menyelamatkan diri kita dan menyelamatkan orang lain.”

“Mulai saat ini biasakan menjaga jarak fisik setidaknya satu meter dengan orang lain, hindari berkerumun terutama dengan orang banyak,” terangnya.

Dokter berusia 34 tahun itu menegaskan, keberhasilan Indonesia keluar dari pandemi Covid-19 sepenuhnya tergantung bagaimana masyarakat terlibat.

Serta adanya kerjasama semua perangkat pemerintahan dari pusat hingga daerah.

To Top