Usai Diserang Massa Karena Dituduh Sarang PKI, Kantor YLBHI Jakarta Ditutup

                  
Nasional

Usai Diserang Massa Karena Dituduh Sarang PKI, Kantor YLBHI Jakarta Ditutup

00177951

Usai Diserang Massa Karena Dituduh Sarang PKI, Kantor YLBHI Jakarta Ditutup

Mixberita. Kantor Yayasan Lembaga Badan Hukum Indonesia (YLBHI) tampak mencekam, pada Minggu malam hingga Senin dini hari ini. Ratusan orang dari berbagai organisasi massa berbondong-bondong mendatangi gedung YLBHI Jakarta untuk membubarkan acara yang diduga mengandung unsur PKI.

Menurut pantauan Tempo, YLBHI Jakarta menggelar acara Seni AsikAsikAksi pada Minggu malam(17/8). Acara ini sendiri menampilkan sejumlah pentas seni, mulai dari puisi hingga pertunjukan musik dalam rangka keprihatinan atas pembubaran seminar sejarah oleh aparat pada 16 November 2016.

Namun, massa yang berasal dari Aliansi Mahasiswa Antikomunis menganggap acara tersebut merupakan bentuk kembalinya Partai Komunis Indonesia (PKI). Mereka lantas berkumpul di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada pukul 12.30 sambil berteriak-berteriak untuk membubarkan acara tersebut.

“Ada acara PKI di dalam,” kata seorang peserta aksi pengepungan kantor LBH Jakarta tersebut sebagaimana dilansir dari Tempo, Senin (18/9). Massa juga berulang kali meneriakkan kalimat takbir. “Takbir. Allahu Akbar!!!” teriak demonstran.

unnamed_zpszesd57zm (2)

Tak cukup dengan itu, ratusan massa juga menyanyikan yel-yel ganyang PKI. “Ganyang, Ganyang, Ganyang PKI, Ganyang PKI Sekarang Juga!!!,” ujar massa aksi.

Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis, unjuk rasa ini terjadi akibat adanya berita hoax yang menyebutkan LBH mengadakan seminar bertemakan PKI di media sosial. “Ya, itu tadi isu yang berkembang, kadang-kadang di medsos hoax. Itu yang sehingga dijabarkan oleh orang-orang yang hanya menerima informasi sepihak. Tidak tahu, berkumpul, kemudian berusaha untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis,” kata Idham

Direktur LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa sendiri juga mengaku telah menjelaskan berulang kali bahwa tidak ada acara terkait PKI. Namun, kata dia, massa tidak mau mendengar dan melawan aparat. Akibatnya, pihak kepolisian terpaksa meringkus 22 orang yang dianggap sebagai provokator.

Karena aksi ricuh yang terjadi dini hari tadi, LBH akhirnya menutup kantornya dan layanan bantuan hukum kepada masyarakat. “Hari ini kami menginformasikan melalui media resmi kami, bahwa kami menutup layanan bantuan hukum kepada masyarakat di hari ini.

Menurut Arif, gedung YLBHI mengalami berbagai kerusakan sehingga tidak memungkinkan untuk membuka layanan. Dia juga menambahkan, penutupan layanan bantuan hukum ini hingga waktu yang belum ditentukan. Meski begitu, proses advokasi seperti persidangan dan pendampingan tetap dilakukan

Komentar
To Top