Nekat Terobos Api, Remaja Asal Tegal Berhasil Lolos dari Maut di Pabrik Petasan Kosambi

                  
Nasional

Nekat Terobos Api, Remaja Asal Tegal Berhasil Lolos dari Maut di Pabrik Petasan Kosambi

Pabrik-Petasan-Meledak

Nekat Terobos Api, Remaja Asal Tegal Berhasil Lolos dari Maut di Pabrik Petasan Kosambi

Mixberita. Anggi Panji Pangestu (18), berhasil lolos dari kebakaran hebat disertai ledakan di pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses, Kosambi, Kabupaten Tangerang, usai menerobos kobaran si jago merah.

Anggi yang hingga kini masih menjalani perawatan akibat luka bakar yang dideritanya, di RSUD Kabupaten Tangerang menceritakan awal mula ledakan dahsyat di pabrik yang baru dua bulan beroperasi tersebut.

Pada Kamis, 26 Oktober tepat pukul 08.45 WIB, Anggi yang bertugas meracik obat saat itu sudah siap dengan peralatan sehari-hari yang dia gunakan untuk meracik obat kembang api.

“Saya lagi duduk sambil mengayak obat kembang api. Tiba-tiba dengar suara ledakan dari tempat las. Tempat saya mengayak dan tempat las itu ada 10 meter. Lalu setelah ledakan, saya lihat api membesar ke atas lalu menyebar ke area pabrik,” ungkapnya di ruang perawatan Dahlia, RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (1/11/2017).

 Melihat api yang semakin membesar dan banyaknya pekerja yang berada di dalam pabrik, spontan Anggi segera menyelamatkan diri keluar dari kobaran api. Dengan nekat, akhirnya bocah asal Tegal ini memilih menerobos kobaran api melalui pintu utama pabrik.
unnamed_zpszesd57zm (2)

“Saya cuma mikir yang penting bisa keluar, saya terobos aja apinya. Walaupun ujung-ujungnya saya kebakar tapi saya bisa keluar. Pas saya lihat di belakang saya masih banyak yang kejebak banyak perempuan,” tuturnya.

Akibatnya, hampir sekujur tubuhnya pun terbakar api yang sedang berkobar, terutama di bagian wajah kanannya, kedua lengan, badan dan kakinya.

Sambil terbaring lemas, Anggi menceritakan asal muasal ia bekerja di pabrik tersebut. Sejak tiga bulan lalu, Anggi dan kedua kakaknya, yakni Deni dan Muhamad Taneri sengaja datang dari Tegal untuk mengadu nasib di pabrik tersebut, tanpa bekal ijazah atau surat apa pun.

“Kalau saya hitungannya karyawan, diupah Rp58 ribu per hari, kalau yang borongan itu Rp40 ribu. Saya disini kerja dari yang tadinya cuma gudang sampai jadi pabrik. Saya kerja sama kakak saya dan semua kena jadi korban. Yang satu itu Muhammad Taneri jadi korban luka tapi, kakak saya Deni meninggal,” ucap Anggi.

Sebagaimana diketahui, kebakaran hebat disertai ledakan melanda pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses pada Kamis, 26 Oktober sekira pukul 09.00 WIB. Akibatnya sebanyak 45 pekerja tewas terpanggang, 3 pekerja tewas usai menjalani perawatan dan puluhan pekerja lainnya mengalami luka bakar.

Komentar
To Top