Empat Taksi Online Jadi Sasaran Sweeping OTK di Bandung

                  
Nasional

Empat Taksi Online Jadi Sasaran Sweeping OTK di Bandung

Print

Empat Taksi Online Jadi Sasaran Sweeping OTK di Bandung

Mixberita. Empat taksi online di-sweeping orang tidak dikenal di dua tempat berbeda di Bandung, Jawa Barat, hari ini. Tiga unit di depan Unpar dan satu lagi di dekat RS Salamun, Kecamatan Cidadap.

Sekjen Perkumpulan Pengemudi Online Satu Komando (Posko) Jabar, Daniel Haryanto (32) membenarkan adanya insiden tersebut. Mulanya, Daniel mengetahui adanya sweeping dan perusakan kendaraan taksi online di depan Unpar.

“Saya langsung ke sini untuk mengecek. Setelah meminta keterangan beberapa orang ternyata benar. Bahkan, saya punya video amatirnya dari seorang mahasiswa,” katanya kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (18/10/2017).

Darwin (40), pengemudi taksi online yang menjadi sasaran di dekat RS Salamun menuturkan, sebelum kejadian menerima orderan dari kawasan Salamun. Setelah menjemput, tiba-tiba mobilnya ada yang melempar batu.

 “Kemudian di sebelah kiri ada yang menendang, jumlahnya tiga orang,” katanya.
unnamed_zpszesd57zm (2)

Karena di dalam mobil berisi dua penumpang yang sudah lanjut usia, dirinya terus memacu Avanza putihnya. “Saya gak berhenti. Jalan terus karena keselamatan penumpang. Ini kejadian pertama saya alami,” katanya yang sudah setahun menjadi driver transportasi online.

Akibat insiden tersebut, bodi mobilnya penyok tepat di bagian pintu dan kaca sebelah kiri belakangnya tergores akibat lemparan batu.

Tak lama berselang, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo mengecek ke lokasi perusakan mobil para pengemudi taksi online di depan Unpar, Jalan Ciumbuleuit. “Korban perusakan kami arahkan ke Polrestabes,” katanya.

Dengan adanya insiden perusakan tersebut, Hendro mengaku sangat prihatin dan meminta agar semua pihak bisa mengendalikan diri, baik pengemudi konvensional atau online. “Akan kita usut sampai tuntas. Pelaku akan kita cari,” ujarnya.

Hendro mengimbau seluruh pengemudi, baik konvensional atau online agar tidak mudah terprovokasi. Untuk pengamanan sendiri, kepolisian sudah memploting anggota di beberapa titik, seperti terminal dan kawasan lainnya.

Komentar
To Top