1 Korban Penembakan Oknum Brimob di Deiyai Tewas, 3 Orang Lagi Dirujuk ke Nabire

                  
Nasional

1 Korban Penembakan Oknum Brimob di Deiyai Tewas, 3 Orang Lagi Dirujuk ke Nabire

penembakan-ilustrasi-_140509110304-296

1 Korban Penembakan Oknum Brimob di Deiyai Tewas, 3 Orang Lagi Dirujuk ke Nabire

Mixberita. Tiga dari empat orang korban penembakan yang diduga dilakukan anggota Brimob di Kabupaten Deiyai dievakuasi ke Kabupaten Nabire, Papua. Seorang korban sudah meninggal dunia.

Ketiganya dirujuk dari dua rumah sakit yaitu RSUD Enarotali dan RSUD Madi dengan menggunakan pesawat, Rabu (2/8/2017). Mereka dievakuasi agar mendapat perawatan lebih mengingat sarana dan prasarana yang ada di dua rumah sakit masih terbatas sehingga ketiganya dievakuasi ke Nabire.

“Mudah-mudahan kondisi ketiga korban kembali membaik setelah mendapat penanganan medis di RSUD Nabire,” kata Kapolres Paniai, AKBP Supriagung saat dihubungi dari Jayapura.

Ketika ditanya tentang jenazah korban yang saat ini disemayamkan di Mapolsek Tigi, Kapolres Paniai yang wilayahnya meliputi Kabupaten Deiyai dan Paniai itu mengatakan, jenasah Yulius Pigai masih disemayamkan di Polsek Tigi yang jaraknya sekitar empat kilometer dari lokasi penembakan.

Menurut Supriagung, Saat ini sedang dilakukan dialog yang dihadiri Sekda Deiyai dan Dansat Brimob Polda Papua Kombes Matias Fakhiri.

unnamed_zpszesd57zm (2)

Kapolres Paniai mengatakan kasus penembakan yang diduga dilakukan anggota brimob berawal saat masyarakat melakukan penyerangan kepada karyawan yang sedang melakukan pembangunan jembatan di kali Onaibo sehingga saat ini mereka sudah diungsikan.

Sebelum melakukan penyerangan ke camp, masyarakat sempat meminta tolong kepada karyawan camp untuk membawa warga yang tenggelam dikali namun ditolak dengan alasan takut disalahkan bila terjadi musibah.

Akibatnya sebelum tiba di rumah sakit korban meninggal sehingga warga mengamuk dan melakukan penyerangan terhadap karyawan, kata AKBP Supriagung. Dia mengatakan anggota Brimob berupaya melerai namun makin anarkis dan menyerang dengan menggunakan panah dan parang serta batu.

“Anggota memang mengeluarkan tembakan peringatan namun ternyata ada yang mengenai empat orang, satu diantaranya meningal,” kata Supriagung.

Komentar
To Top